Posts Tagged ‘Skubek’
Yamaha Mio Baru Dengan Desain Anyar Dan Teknologi Injeksi

Desainnya benar-benar baru dan serupa dengan spy shoot yang banyak beredar di dunia maya. Lihat saja bentuk lampu seinnya yang memanjang tajam di bodi depan. Sedang head lamp-nya ada di setang bukan di bodi khas Yamaha Mio Sporty.
Dimensinya memang tak jauh beda dengan Mio Sporty. Mio injeksi ini punya panjang 1.820 mm, lebar 675 mm dan tinggi 1.050 mm. Sedang Mio Sporty dimensinya 1.850 mm x 700 mm x 1.050 mm. Beda tipis kan.
Yamaha Mio baru yang di Thailand diberi nama Mio 115i ini memiliki mesin 115 cc. Meski mesin ini benar-benar baru, tapi memiliki bore x stroke yang sama seperti Mio Sporty. Diameter pistonnya 50 mm dan stroke 57,9 mm. Kapasitas mesin bersihnya 113,7 cc.
Yamaha mio injeksiSedang injeksinya juga dipastikan akan sama seperti Mio injeksi yang akan dipasarkan di Indonesia. Teknologi YMJET-FI-nya. Injeksi ini memang diperuntukan bagi sepeda motor berkapasitas mesin kecil.
Berhubung menggunakan injeksi, pengapiannya dikawal TCI. Fiturnya pun lumayan lengkap. Memiliki bagasi yang lumayan lega, kunci dengan tutup magnet serta tangki bensin gambot. Mencapai 4,8 liter.
Sedang untuk versi Indonesia, kabarnya akan memakai nama Mio J. Buat yang tertarik, rasanya harus menunggu beberapa bulan kedepan.
Modifikasi Drag Yamaha Nouvo-Z
Bagi yang kerap nongkrong di arena trek lurus seputaran perkantoran Pemda Sumber, Cirebon, pasti ngeh Yamaha Nouvo-Z tungggangan Reza ‘Tumenk’ ini. Katanya selain kencang di arena balap liar, juga kerap ikut di ajang balap resmi. Mau tau ubahannya? Yuk mareee…
Mengejar tarikan yahud dan mumpuni, perlu main bore up. Kapasitas silinder mesti dinaikkan lagi. “Piston asli diganti dengan milik Honda Tiger standar yang punya diameter 63,5 mm,” cuap Andika, tunner Rocket Speed dari Jl. Flamboyan, Perum GSI, belakang Polres Sumber, Cirebon.
Kelebihan dari piston milik Tiger ini serba tebal. Sehingga cukup kuat dan tahan lama. Cocok dipakai untuk menghemat kocek.
Karena untuk turun di kelas matic sampai dengan 200 cc, kalau hanya mengandalkan bore up masih kurang. Aksi naik stroke juga kudu dimainkan.
Untuk naik stroke, menggunakan pen stroke 3 mm produk Thailand. Jadi, total langkahnya mengalami kenaikan 6 mm. Setang piston juga kena ganti agar lebih kuat dari produk Thailand. Jika stroke asli bawaan Nouvo-Z 57,9 mm tinggal ditambah 6 mm. Maka totalnya jadi 63,9 mm.
Jadi, kapasitas silindernya jika dihitung dengan rumus volume silinder akan ketemu 202,3 cc. Melewati kapasitas 200 cc. Melanggar regulasi nih. Kalau ikut balap resmi bisa kena diskualifikasi.
Tinggal diikuti suplai gas bakar yang besar. Untuk klep atau pengatur buka-tutup gas bakar, diambil yang berlogo EE 5 kemudian dicustom. Katup isap jadi 33 mm dan buang 28 mm. Sudah dihitung sesuai rumus dalam penggunaan klep.
Buka-tutup klep diatur ulang. Katanya menggunakan durasi 274 derajat untuk klep isap. Sedangkan klep buangnya membuka 281 derajat.
Ubahan pun berlanjut pada sistem pengapian. Guna menghasilkan percikan api yang besar, diterapkan koil dari Yamaha YZ125. “Ditambah dengan pemasangan magnet dan CDI milik dari Yamaha Fino,” jelas Andi, panggilan beken mekanik Cerbon ini.



